Keajaiban
Tulang Ekor
Bersyukur
kepada Allah SWT, yang telah memberikan bimbingan kepada saya untuk mengetahui
sebagian rahasia ciptaanNya pada manusia , yaitu Tulang Ekor. Di dalam
kajian beberapa orang yang menekuni dunia spiritual atau tasawuf, bahwa di dalam tulang ekor inilah, ada yang
menyebutkan, sebagai sebagai pusat energy pencerahan. Silahkan simak tulisan di
bawah ini !
Hidayatullah.com–Tulang ekor (‘Ajb
Dzamb) atau dalam bahasa ilmiahnya vetebrae
cocigeus menjadi menarik itu dikaji baik dari sisi sains,
maupun dari sisi kehancuran alam semesta (kiamat). Hal ini dikarenakan karena
tulang ekor memiliki dua dimensi yaitu dimensi awal penciptaan dan dimensi awal
dibangkitkan setelah mati.
Sebagaimana diketahui, rangka
manusia terdiri dari susunan berbagai jenis tulang yang terhubung oleh sendi
dan digerakan oleh otot. Rangka terdiri dari 3 bagian; rangka tengkorak, rangka
badan dan rangka alat gerak. Bagian-bagian rangka tersebut saling berhubungan
satu dengan yang lainnya membentuk tubuh. Rangka tubuh mempunyai fungsi yang
sangat penting bagi kelangsungan dan kesempurnaan hidup manusia.
Yang menarik jauh hari Rasulullah
pernah bersabda dalam haditsnya:
.” كُلُّ
ابْنِ آدَمَ يَأْكُلُهُ التُّرَابُ إِلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ
يُرَكَّبُ
“Seluruh bagian tubuh anak Adam
akan musnah dimakan bumi kecuali tulang ekor. Darinyalah ia diciptakan dan
darinyalah ia dibangkitkan kembali” (HR Muslim. No 2955)
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ
مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ
أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ قَالُوا يَا أَبَا
هُرَيْرَةَ أَرْبَعُونَ يَوْمًا قَالَ أَبَيْتُ قَالُوا أَرْبَعُونَ شَهْرًا قَالَ
أَبَيْتُ قَالُوا أَرْبَعُونَ سَنَةً قَالَ أَبَيْتُ ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مِنْ
السَّمَاءِ مَاءً فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ قَالَ وَلَيْسَ مِنْ
الْإِنْسَانِ شَيْءٌ إِلَّا يَبْلَى إِلَّا عَظْمًا وَاحِدًا وَهُوَ عَجْبُ
الذَّنَبِ وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Diantara dua tiupan adalah empat
puluh. “ia berkata, “empat puluh hari? “Aku enggan.” Ia berkata , “empat puluh
bulan?” Beliau berkata “Aku enggan.” Lalau beliau berkata, kemudian air turun
dari langit, maka mereka tumbuh seperti tumbuhnya tunas.” Beliau berkata,
“tidak ada sesuatu yang tersisa kecuali menjadi usang kecuali tulang ekor.
Darinyalah makhluk disusun kembali pada hari kiamat.” (HR. Muslim)
Penjelasan tentang dua tiupan
adalah empat puluh, bisa empat puluh hari, bulan dan bisa juga empat puluh
tahun, maksud dari empat puluh jarak dua tiupan ini adalah Allah yang lebih
mengetahui.
Ibnu Katsir menjelaskan dalam
kitabnya yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia Malapetaka
akhir zaman, di halaman 370, bahwa maksud dari dua tiupan
adalah bisa jadi tiupan kejutan dan tiuoan kematian, atau bisa juga bermakna
tiupan kematian dan kebangkitan berdasarkan hadits diatas.
Satu lagi dari hadits Nabi yang
terbukti kebenarannya secara ilmiah, adalah tulang ekor. Satu-satunya tulang
yang tidak akan dimakan tanah ketika unsur yang lain hancur dan menyatu dengan
tanah. Hal ini telah disampaikan Nabi dalam sabdanya 14 abad yang silam. Beliau
juga mengatakan bahwa darinyalah dimulai penciptaan dan darinya juga akan
dimulai dihidupkan kembali setelah mati, Subhanallah. Padahal saat itu
belum ada teknologi dan peralatan canggih yang dapat dipakai untuk meneliti,
bahkan para sahabatpun yang mengetahui hadits ini tidak tertarik untuk meneliti
ilmu. Karena mereka sangat meyakini bahwa apa yang keluar dari Lisan Rasul
adalah wahyu. Ini membuktikan bahwa Rasulullah adalah utusan Allah yang membawa
berita benar dari Allah Subhanallah wa Ta’ala.
Adalah Hans Spemann ilmuwan dari
Jerman yang meneliti perkembangan sel telur pada hewan. Mereka menemukan bahwa
sel sperma yang tekah bercampur dengan sel telur terbagi-bagi hingga beberapa
kali sehingga menjadi sebentuk piringan yang terdiri atas dua lapis sel,
selyang pertama berada di atas (epiplast) dan lapisan kedua
berada di bawah (Hypoplast). Kedua piringan ini
tidak menunjukkan perbedaan sama sekali sehingga akhirnya muncul benang halus
pada lapisan yang paling atas yang disebut “benang pertama” atau “benang
permulaan (the
primary streak atau the primitive streak). Pada
ujung benang inti ini terdapat simpul pengikat yang disebut “simpul pertama”
(the primary node).
Para peneliti juga menemukan
bahwa setelah penciptaan seluruh sistem tubuh janin, pita pertama ini tertarik
untuk kemudian tersimpan di ujung tulang punggung tulang belakang. Mereka
tercengang ketika menemukan proses penciptaan seluruh sistem tubuh janin yang
dilakukan oleh sel-sel pertamadi sepanjang benang pertama dan
simpul-simpuilnya. Karena itulah merenya menyebutnya Pengatur Pertama (The Primary
Organizer). Dari penelitian yang dilakukan membawa mereka pada
kesimpulam bahwa tulang ekor merupakan unsur yang pertama dan penting dalam
proses penciptaan manusia.
Hans Spemann pada tahun 1931 dan
1932 terus mencoba melakukan riset, diantaranya ada dua yang terkenal.
Pertama, Hans Spemann dan dan beberapa asistennya mencoba untuk untuk
mengisolasi pita pertama (tulang ekor) tersebut dan kemudian menanamkannya pada
salah satu gen hewan amfibi. Ternyata sel itu tumbuh pada poros lain di luar
poros janin indung yang ditanaminya. Riset ini membuktikan bahwa tulang ekor
tidak terpengaruh apa pun meskipun diisolasi dan dipisahkan dari sel indungnya.
Kedua, Hans Spemann dan kawan-kawannya mencoba memindahkan pita
pengatur (tulang ekor) direbus sampai mendidih beberapa saat lalu tulang ekor
tersebut ditanam pada janin lain. Ternyata, ia tetap menumbuhkan sel-selnya
secara mandiri, tidak terpengaruh oleh proses pendidihan itu sama sekali.
Dengan riset-riset yang dilakukan
oleh Hans Spemann dan kawan-kawannya, akhirnya pada tahun 1923 dia menperoleh
anugerah Nobel dalam bidang biologi sebagai penghargaan atas penemuan pengatur
utama (The
First Organizer) dan perannya dalam penciptaan seluruh
struktur jaringan, organ, dan sistem janin. Ia juga menemukan bahwa organ tubuh
ini tidak akan musnah untuk selama-lamanya.
Dengan adanya penemuan atau
pembuktian ini menjadi isyarat kuat bahwa apa yang disampaikan oleh Nabi adalah
kebenaran yang semuanya bersumber dari Allah. Karena itu ilmu pengetahuan di
dunia ini harus dikembalikan kepada Allah sang maha pencipta.
Hal yang menarik untuk diambil
hikmahnya adalah setelah ditemukannya oleh Hans Spemann pengatur pertama (The
First Organizer) kita jangan sampai lupa bahwa pengatur dari
pengatur pertama tersebut adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang maha
berkehendak atas segala sesuatu.
.” كُلُّ
ابْنِ آدَمَ يَأْكُلُهُ التُّرَابُ إِلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ
يُرَكَّبُ
“Seluruh bagian tubuh anak Adam
akan musnah dimakan bumi kecuali tulang ekor. Darinyalah ia diciptakan dan
darinyalah ia dibangkitkan kembali” (HR Muslim. No 2955)
Pada Ramadhan tahun 1423 H
bertepatan dengan tahun 2003, DR. Utsman Gailan, melakukan penelitian dengan
membakar dua rangkaian tulang ekor terakhir dari lima tulang belakang kambing
dengan gas selama sepuluh menit hingga benar-benar hitam seperti arang. Seteah
itu, disaksikan oleh para guru besar ilmu jaringan di Universitas Shanaa,
Mesir. Ia memeriksa tulang belakang yang dibakar itu. Ternyata, MasyaAllah, didapatkan
hasil bahwa sel tulang belakang itu sama sekali tidak terpengaruh.
Karenya sains dalam Islam tidak
bisa dipisahkan, pendidikan harus kita bangun diatas landasan tauhid bahwa
segala sesuatu yang ada di dunia ini dan segala ragam ilmunya adalah bersumber
dari Allah. Semoga salah satu keajaiban penciptaan tulang ekor semakin menambah
keimanan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Allahu A’lam.*/Mohammad Ramli
Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar





0 komentar:
Posting Komentar