Senin, 17 Agustus 2020

DZIKIR TABATTUL

  

            Allah SWT. dengan kasih sayangNya kepada makhlukNya, terutama manusia, Ia turunkan al Quran kepada manusia pilihan, Nabi Muhammad saw. untuk menjadi pedoman hidup selama hidup di dunia fana. Agar manusia selamat hingga akhirat kelak. Sehingga ketika akan membahas tentang dzikir tabattul maka rujukan utamanya adalah al Quran dan hadits.

Alquran menyebut dzikir beberapa kali dalam berbagai surah. Di antaranya adalah surah an-Nisa ayat 103 ("Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, di waktu berbaring..."). Kemudian, surah ar-Ra'd ayat 28 ("Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram).

Secara harfiah, dzikir berarti menyebut, menuturkan, mengingat, atau mengerti perbuatan baik. Menurut istilah, sebagaimana disebutkan dalam Ensiklopedi Islamdzikir adalah ucapan lisan, gerakan raga maupun getaran hati sesuai dengan cara-cara yang diajarkan agama, dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dzikir juga dimaknai sebagai upaya untuk menyingkirkan keadaan lupa dan lalai kepada Allah. Caranya dengan selalu ingat kepada-Nya. Dzikir mengeluarkan seorang mukmin dari suasana lupa, untuk kemudian masuk dalam suasana musyahadan (saling menyaksikan) dengan mata hati. Hal ini disebabkan adanya dorongan rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT.

Dalam kitab Tauhid jilid 2,  Rasulallah saw.  bersabda, “tidak ada bagian manusia yang tidak hancur kecuali satu tulang, yaitu ‘ajbudz dzanab (tulang yang berada di sulbi/rusuk yang paling bawah), darinya makhluk itu di susun kembali pada hari kiamat. (HR. Muslim IV/2270-2271)

‘Ajbudz dzanab diartikan pula dengan tulang ekor. Di dalam tulang ekor, sebagian kalangan yang menekuni dunia spiritual meyakini sebagai tempat pusat energi pencerahan. Maka penting bagi kita agar selama hidup di dunia, selalu tercerahkan. Apabila manusia telah tercerahkan, hidupnya insyaallah akan selalu mendapatkan bimbingan dari Allah Swt. Kita berusaha sungguh-sungguh berjuang untuk mencari keridhoan Allah Swt, dengan jalan senantiasa bertaqwa kepadaNya. Yakinlah,  Allah akan menunjukkan jalan petunjuk yang benar. Sebagaimana firmanNya :

وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al Ankabut : 69)

Salah satu cara untuk membangkitkan energi pencerahan tersebut adalah dengan mengamalkan dzikir tabattul, yaitu berdzikir dengan konsentrasi penuh kepada Allah Swt. Allah Swt berfirman,

وَٱذْكُرِ ٱسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (al Muzzammil : 8)

Dalam kitab tafsirnya Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di menjelaskan, ”Sebutlah nama Rabbmu,”  mencakup berbagai macam dzikir, “dan beribadahlah kepadaNya dengan penuh ketekunan,” yakni konsentrasi padaNya, sebab konsentrasi dan kembali kepada Allah Swt. adalah terputusnya hati dari seluruh makhluk dan penuh kecintaan terhadap Allah Swt. serta segala sesuatu yang bisa mendekatkan padaNya dan pada ridhaNya.

Kebangkitan spiritual hanya bisa dimunculkan ketika manusia dengan segenap hatinya menfokuskan dirinya pada Allah Swt. Ia adalah sandaran hakiki. Sumber energi atau kekuatan yang sangat kuat dan tidak pernah habis. Ia juga pemelihara dan pelindung terhadap seluruh makhlukNya, tanpa kecuali. Nabi Muhammad saw. pada suatu ketika diancam  dengan pedang terhunus oleh seorang pembunuh bayaran. Si Pembunuh yang telah meletakkan pedang di leher Nabi dengan nada mengancam,” Siapa yang dapat menyelamatkanmu dari pedangku?.” Dengan penuh percaya diri dan keyakinan yang mantap Nabi menjawab, “Allah!” Spontan pedang si Pembunuh terpental, dan Nabi mengancam balik, “Sekarang siapa yang bisa menyelamatkanmu?” “tidak ada,” kata si Pembunuh,” hanya belas kasihmu yang bisa menyelamatkan saya.”

Di lain kesempatan, Nabi pernah menasehati seorang anak muda yang kemudian menjadi pakar tafsir terbesar, Abdullah Ibnu Abbas -lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Abbas-   tentang bagaimana Allah adalah sumber energi, sumber kekuatan dan sumber pemelihara. Jika orang dengan sepenuhnya menggantungkan dirinya kepada Allah, maka ia berada dalam pemeliharaanNya sehingga tidak ada kekuatan apapun yang mampu mencelakakannya. Ketika seseorang butuh bantuanNya segera Dia memberikan bantuan tanpa menunggu. Karena itulah Nabi mengingatkan,” Peliharalah Allah, niscaya Dia memeliharamu, peliharalah Allah, niscaya kamu mendapatiNya selalu di hadapanmu. Apabila kamu memohon, maka memohonlah kepada Allah. Apabila kamu meminta bantuan, maka mintalah bantuan kepada Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya seandainya ummat berkumpul untuk memberi sesuatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu memberimu kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Dan apabila mereka  berkumpul untuk menjatuhkan mudarat (kecelakaan) kepadamu, mereka tidak akan mampu menjatuhkannya kepadamu kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah atasmu. Pena- pena telah diangkat dan lembaran telah ditutup. (HR. Turmudzi)   

Perhatikan firman Allah Swt. berikut, “karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu[Maksudnya: aku limpahkan rahmat dan ampunan-Ku kepadamu.], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS. Al Baqarah : 152). Dengan mengingat Tuhan sebanyak-banyaknya, dan istiqomah menyatakan Allah Swt adalah Tuhannya, bahkan sudah menjadi napas kehidupannya, maka Dia yang akan menjadi pelindung sejati. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.(QS. Fishshilat:30-31).

Maka setelah kita mengetahui tentang dzikir tabattul dan manfaatnya ini, seyogyanya kita mengamalkan setiap saat agar kita bahagia dunia hingga di akhirat. Semoga Allah Swt. menjadikan diri kita termasuk golongan yang khusnul khotimah di akhir kehidupannya. Sehingga selama hidup di dunia selalu berkhusnudzon (berbaik sangka) kepada Allah Swt.

Daftar Pustaka

Terjemah al quran al karim, Depag RI

Tafsir as Sa’di Surat al Muzzammil

Kitab Tauhid jilid II, tim Ahli Ilmu Tauhid

https://republika.co.id/berita/q7tr8z458/tiga-macam-zikir-menurut-ibnu-athaillah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keajaiban Tulang Ekor

 

Keajaiban Tulang Ekor

Bersyukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan bimbingan kepada saya untuk mengetahui sebagian rahasia ciptaanNya pada manusia , yaitu Tulang Ekor. Di dalam kajian beberapa orang yang menekuni dunia spiritual atau tasawuf,  bahwa di dalam tulang ekor inilah, ada yang menyebutkan, sebagai sebagai pusat energy pencerahan. Silahkan simak tulisan di bawah ini !

Hidayatullah.comTulang ekor (‘Ajb Dzamb)  atau dalam bahasa ilmiahnya vetebrae cocigeus menjadi menarik itu dikaji baik dari sisi sains, maupun dari sisi kehancuran alam semesta (kiamat). Hal ini dikarenakan karena tulang ekor memiliki dua dimensi yaitu dimensi awal penciptaan dan dimensi awal dibangkitkan setelah mati.

Sebagaimana diketahui, rangka manusia terdiri dari susunan berbagai jenis tulang yang terhubung oleh sendi dan digerakan oleh otot. Rangka terdiri dari 3 bagian; rangka tengkorak, rangka badan dan rangka alat gerak. Bagian-bagian rangka tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk tubuh. Rangka tubuh mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan dan kesempurnaan hidup manusia.

Yang menarik jauh hari Rasulullah pernah bersabda dalam haditsnya:

.” كُلُّ ابْنِ آدَمَ يَأْكُلُهُ التُّرَابُ إِلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ يُرَكَّبُ

“Seluruh bagian tubuh anak Adam akan musnah dimakan bumi kecuali tulang ekor. Darinyalah ia diciptakan dan darinyalah ia dibangkitkan kembali” (HR Muslim. No 2955)

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ قَالُوا يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَرْبَعُونَ يَوْمًا قَالَ أَبَيْتُ قَالُوا أَرْبَعُونَ شَهْرًا قَالَ أَبَيْتُ قَالُوا أَرْبَعُونَ سَنَةً قَالَ أَبَيْتُ ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مِنْ السَّمَاءِ مَاءً فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ قَالَ وَلَيْسَ مِنْ الْإِنْسَانِ شَيْءٌ إِلَّا يَبْلَى إِلَّا عَظْمًا وَاحِدًا وَهُوَ عَجْبُ الذَّنَبِ وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Diantara dua tiupan adalah empat puluh. “ia berkata, “empat puluh hari? “Aku enggan.” Ia berkata , “empat puluh bulan?” Beliau berkata “Aku enggan.” Lalau beliau berkata, kemudian air turun dari langit, maka mereka tumbuh seperti tumbuhnya tunas.” Beliau berkata, “tidak ada sesuatu yang tersisa kecuali menjadi usang kecuali tulang ekor. Darinyalah makhluk disusun kembali pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Penjelasan tentang dua tiupan adalah empat puluh, bisa empat puluh hari, bulan dan bisa juga empat puluh tahun, maksud dari empat puluh jarak dua tiupan ini adalah Allah yang lebih mengetahui.

Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitabnya yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia Malapetaka akhir zaman, di halaman 370, bahwa maksud dari dua tiupan adalah bisa jadi tiupan kejutan dan tiuoan kematian, atau bisa juga bermakna tiupan kematian dan kebangkitan berdasarkan hadits diatas.

Satu lagi dari hadits Nabi yang terbukti kebenarannya secara ilmiah, adalah tulang ekor. Satu-satunya tulang yang tidak akan dimakan tanah ketika unsur yang lain hancur dan menyatu dengan tanah. Hal ini telah disampaikan Nabi dalam sabdanya 14 abad yang silam. Beliau juga mengatakan bahwa darinyalah dimulai penciptaan dan darinya juga akan dimulai dihidupkan kembali setelah mati, Subhanallah. Padahal saat itu belum ada teknologi dan peralatan canggih yang dapat dipakai untuk meneliti, bahkan para sahabatpun yang mengetahui hadits ini tidak tertarik untuk meneliti ilmu. Karena mereka sangat meyakini bahwa apa yang keluar dari Lisan Rasul adalah wahyu. Ini membuktikan bahwa Rasulullah adalah utusan Allah yang membawa berita benar dari Allah Subhanallah wa Ta’ala.

Adalah Hans Spemann ilmuwan dari Jerman yang meneliti perkembangan sel telur pada hewan. Mereka menemukan bahwa sel sperma yang tekah bercampur dengan sel telur terbagi-bagi hingga beberapa kali sehingga menjadi sebentuk piringan  yang terdiri atas dua lapis sel, selyang pertama berada di atas (epiplast) dan lapisan kedua berada di bawah (Hypoplast). Kedua piringan ini tidak menunjukkan perbedaan sama sekali sehingga akhirnya muncul benang halus pada lapisan yang paling atas yang disebut “benang pertama” atau “benang permulaan (the primary streak atau the primitive streak). Pada ujung benang inti ini terdapat simpul pengikat yang disebut “simpul pertama” (the primary node).

Para peneliti juga menemukan bahwa setelah penciptaan seluruh sistem tubuh janin, pita pertama ini tertarik untuk kemudian tersimpan di ujung tulang punggung tulang belakang. Mereka tercengang ketika menemukan proses penciptaan seluruh sistem tubuh janin yang dilakukan oleh sel-sel pertamadi sepanjang benang pertama dan simpul-simpuilnya. Karena itulah merenya menyebutnya Pengatur Pertama (The Primary Organizer). Dari penelitian yang dilakukan membawa mereka pada kesimpulam bahwa tulang ekor merupakan unsur yang pertama dan penting dalam proses penciptaan manusia.

Hans Spemann pada tahun 1931 dan 1932 terus mencoba melakukan riset, diantaranya ada dua yang terkenal.

Pertama, Hans Spemann dan dan beberapa asistennya mencoba untuk untuk mengisolasi pita pertama (tulang ekor) tersebut dan kemudian menanamkannya pada salah satu gen hewan amfibi. Ternyata sel itu tumbuh pada poros lain di luar poros janin indung yang ditanaminya. Riset ini membuktikan bahwa tulang ekor tidak terpengaruh apa pun meskipun diisolasi dan dipisahkan dari sel indungnya.

Kedua, Hans Spemann dan kawan-kawannya mencoba memindahkan pita pengatur (tulang ekor) direbus sampai mendidih beberapa saat lalu tulang ekor tersebut ditanam pada janin lain. Ternyata, ia tetap menumbuhkan sel-selnya secara mandiri, tidak terpengaruh oleh proses pendidihan itu sama sekali.

Dengan riset-riset yang dilakukan oleh Hans Spemann dan kawan-kawannya, akhirnya pada tahun 1923 dia menperoleh anugerah Nobel dalam bidang biologi sebagai penghargaan atas penemuan pengatur utama (The First Organizer) dan perannya dalam penciptaan seluruh struktur jaringan, organ, dan sistem janin. Ia juga menemukan bahwa organ tubuh ini tidak akan musnah untuk selama-lamanya.

Dengan adanya penemuan atau pembuktian ini menjadi isyarat kuat bahwa apa yang disampaikan oleh Nabi adalah kebenaran yang semuanya bersumber dari Allah. Karena itu ilmu pengetahuan di dunia ini harus dikembalikan kepada Allah sang maha pencipta.

Hal yang menarik untuk diambil hikmahnya adalah setelah ditemukannya oleh Hans Spemann pengatur pertama (The First Organizer) kita jangan sampai lupa bahwa pengatur dari pengatur pertama tersebut adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang maha berkehendak atas segala sesuatu.

.” كُلُّ ابْنِ آدَمَ يَأْكُلُهُ التُّرَابُ إِلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ يُرَكَّبُ

“Seluruh bagian tubuh anak Adam akan musnah dimakan bumi kecuali tulang ekor. Darinyalah ia diciptakan dan darinyalah ia dibangkitkan kembali” (HR Muslim. No 2955)

Pada Ramadhan tahun 1423 H bertepatan dengan tahun 2003, DR. Utsman Gailan, melakukan penelitian dengan membakar dua rangkaian tulang ekor terakhir dari lima tulang belakang kambing dengan gas selama sepuluh menit hingga benar-benar hitam seperti arang. Seteah itu, disaksikan oleh para guru besar ilmu jaringan di Universitas Shanaa, Mesir. Ia memeriksa tulang belakang yang dibakar itu. Ternyata, MasyaAllah, didapatkan hasil bahwa sel tulang belakang itu sama sekali tidak terpengaruh.

Karenya sains dalam Islam tidak bisa dipisahkan, pendidikan harus kita bangun diatas landasan tauhid bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini dan segala ragam ilmunya adalah bersumber dari Allah. Semoga salah satu keajaiban penciptaan tulang ekor semakin menambah keimanan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Allahu A’lam.*/Mohammad Ramli

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

 

https://www.hidayatullah.com/iptekes/rahasia-dibalik-sunnah/read/2016/02/24/90020/keajaiban-tulang-ekor-the-primary-organizer.html

Minggu, 09 Agustus 2020

Pengertian Ruqyah dalam Islam

 

Pengertian Ruqyah dalam Islam

 

Apabila dibahas tentang ruqyah memanglah tak akan pernah ada habisnya dan selalu menarik, karena  ruqyah adalah salah satu cara penyembuhan yang dilakukan pada orang yang sakit. Adapun sakit di sini dapat dikarenakan sengatan hewan berbisa, pengaruh sihir, kerasukan setan, gangguan jin, gila dan semacamnya. Lalu bagaimana pengertian ruqyah dalam islam itu sendiri?

 

Pengertian Ruqyah dalam Islam

 

Sementara menurut syariat, pengertian ruqyah merupakan doa-doa atau bacaan ayat suci Al Qur’an dalam meminta pertolongan oleh Allah SWT dalam pengobatan atau pencegahan suatu penyakit atau bala. Lalu, menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah, terapi ruqyah merupakan terapi yang melafalkan doa-doa di dalam Al Qur’an ataupun As Sunnah dalam menyembuhkan penyakit. Ruqyah juga dikatakan tidak hanya untuk mengusir gangguan sihir atau jin tetapi juga bisa sebagai bentuk terapi fisik beserta gangguan jiwa.

 

Secara bahasa, kata ‘ruqyah’ tak terlepas dari beberapa makna yang disebutkan oleh ahli bahasa Arab. Seperti menurut Al Jauhari dalam kitab Mukhtar Al Sihah, kata Ruqyah adalah kata tunggal yang berarti perlindungan.

 

Sementara dalam kamus Qomusika, Kamus Klasik Kontemporer, secara bahasa ruqyah diartikan sebagai mantra, azimat, jimat dan guna-guna. Namun Ibnu Atsir menyebut ruqyah sebagai perlindungan yang digunakan oleh peruqyah dalam mengobati penyakit.

 

Ibnu Madzhur juga satu suara dengan Al Jauhari yang menjelaskan bahwa ruqyah adalah perlindungan sebagaimana tertulis dalam suatu sya’ir,

 

فَمَا تَرَكَا مِنْ عُوْذَةٍ يَعْرِفَانِهَا    وَلَا رُقْيَة اِلَّا بِهِا رَقَيَانِيْ

 

“Keduanya tidak meninggalkan perlindungan atau ruqyah yang diketahuinya, melainkan keduanya meruqyahku.” (Lisān al-‘Arab, 14/332)

 

Lalu dalam bahasa Arab ada kata lain yang idetintik dan sering disebut sebagai nama lain atau pengganti dari ruqyah yakni ‘udzah, nusyrah, azimah, tamimah’. Sedangkan syar’iyah secara bahasa berarti jalan dan cara, lalu penambahan kata ‘yah’ di akhir memiliki arti sebagai penisbatan.

 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ruqyah syar’iyah berarti perlindungan yang berdasarkan syariat Islam. Sedangkan menurut istilah syariat Islam, ruqyah syar’iyah berarti,

 

“Memberikan perlindungan (proteksi) kepada orang yang sakit dengan membacakan sesuatu yang bersumber dari ayat-ayat Al Quran, nama-nama dan sifat-sifat Allah disertai dengan doa-doa sesuai syariat dengan berbahasa Arab –atau yang diketahui maknanya—diiringi tiupan.” (Al-Jaurani, 2006: 69)

 

Ruqyah jugalah yang merupakan salah satu metode yang digunakan oleh Rasulullah SAW selain pembekaman, pemanasan, makanan, minuman dan wewangian.

 

Macam-macam Ruqyah

 

Setelah memahami pengertian ruqyah, dapat kita tarik kesimpulan bahwa ruqyah memiliki dua macam, yakni yang pertama ruqyah syar’iyyah (sesuai syariat Islam dan ruqyah syirkiyah (ruqyah berdasarkan kesyirikan)

 

1. Ruqyah Syariah

 

Ruqyah Syariah adalah bentuk pengobatan dengan melantunkan ayat suci Al Qur’an yang diberikan kepada pasien. Hal ini bertujuan meminta pertolongan Allah SWT melalui dzikir dan do’a penyembuhan penyakit. Ini dilakukan oleh orang shalih dan bertakwa maka secara hukum syariat dibolehkan.

 

2. Ruqyah Syirkiyah

 

Ruqyah Syirkiyah dalah bentuk pengobatan yang bertentangan dari ajaran agama Islam yakni dengan mantra-mantra oleh para dukun serta menurut sertakan jin dalam pengobatan. Ruqyah macam ini biasanya diiringi dengan jimat, jampi-jampi serta perkataan yang bahkan tak dipahami karena dilakukan oleh pengikut setan. Dalam syariat, hukum ruqyah ini adalah haram bahkan menuju kearah kesyirikan.

 

Dalil Ruqyah

 

Allah berfirman dalam QS Al Isra ayat 82 yang artinya,

 

“Dan Kami turunkan Al Qur’an yakni suatu bentuk penawar dan rahmat bagi orang yang beriman dan Al Quran iu janganlan menambah kerugian bagi orang zalim.”

 

Sedangkan Rasulullah bersabda,

 

“Dan bacakan ruqyah-ruqyah kalian kepadaku selama tidak mengandung syirik.”

 

Lalu juga terdapat kisah yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Sa’id Al Khudri ketika seorang sahabat Rasulullah SAW meruqyah penduduk kampung yang tersengat kalajengking dengan membaca surat Al Fatihah. Tindakan itupun mendapat persetujuan dari Rasulullah SAW.

 

Hal ini juga dipraktikkan oleh Rasulullah SAW dan ‘Aisyah ketika Rasulullah SAW menjelang akhir hidupnya, ‘Aisyah RA berkata,

 

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَنْفُثُ عَلَى نَفْسِهِ فِى الْمَرَضِ الَّذِى مَاتَ فِيهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ ، فَلَمَّا ثَقُلَ كُنْتُ أَنْفِثُ عَلَيْهِ بِهِنَّ ، وَأَمْسَحُ بِيَدِ نَفْسِهِ لِبَرَكَتِهَا .

 

”Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meniupkan kepada dirinya (bacaan) mu’awwidzatain (yaitu surat Al-Falaq dan An-Naas, pen.) ketika sakit yang menyebabkan beliau meninggal dunia. Ketika beliau sudah lemah, maka saya meniupkan (bacaan) mu’awwidzatain untuknya dan saya mengusap dengan menggunakan tangan beliau, karena mengharapkan berkahnya.” (HR. Bukhari)

 

Itulah pengertian ruqyah yang dapat kita pahami bersama. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan banyak kebaikan kepada kita semua.

 

Di unduh hari kamis, tanggal 06 Agustus 2020.  https://umma.id/post/jangan-salah-kaprah-ini-pengertian-ruqyah-dalam-islam-658112?lang=id